Waktu pertama kali saya mau upgrade dari Fantech MAXFIT61 ke keyboard custom, saya sempat bingung di satu titik, bukan soal switch, bukan soal keycaps, tapi soal sesuatu yang lebih tersembunyi: sistem mounting-nya.
Saat itu saya lihat dua barebone di harga yang beda cukup jauh. Bentuknya mirip, layoutnya sama, switch-nya bisa diisi sendiri. Tapi yang satu harganya hampir dua kali lipat. Setelah saya gali lebih dalam, ternyata perbedaannya ada di sistem mounting yang murah pakai top mount, yang mahal pakai gasket mount.
Dari situlah saya mulai serius belajar soal ini. Dan sekarang setelah beberapa kali build, saya bisa bilang: perbedaan mounting itu nyata, bisa kamu rasakan langsung di jari, dan bisa kamu dengar dengan jelas.
Apa Itu Sistem Mounting?

Sebelum masuk ke perbandingan, gampangnya begini: sistem mounting adalah cara plate dan PCB “diikat” ke dalam case keyboard.
Kedengarannya sepele, tapi cara ikat ini menentukan segalanya seberapa keras atau lembutnya keyboard terasa saat ditekan, seberapa banyak getaran yang diserap, sampai karakter suara yang keluar saat kamu ngetik.
Kalau kamu mau baca lebih dalam soal semua jenis mounting yang ada (tray mount, burger mount, dll), saya sudah bahas di panduan lengkap sistem mounting keyboard. Di artikel ini kita fokus dua yang paling sering dibanding-bandingkan: gasket mount dan top mount.
Gasket Mount: Si Empuk yang Sedang Naik Daun

Gasket mount bekerja dengan cara menjepit plate menggunakan material lunak biasanya semacam silikon atau bahan karet di bagian atas dan bawah. Plate tidak langsung menyentuh case secara keras, ada “bantalan” di antaranya.
Hasilnya? Saat kamu menekan tombol, ada sedikit flex atau membal yang terasa. Tidak terlalu ekstrem, tapi kamu akan merasakannya terutama kalau dipakai ngetik panjang.

Karakter suara gasket mount: Cenderung lebih dalam, lebih “thocky”, dan terasa lebih teredam. Suara tidak memancar keras ke luar tapi lebih terasa menyerap ke dalam keyboard. Banyak yang bilang suaranya terasa lebih “premium” dan tidak kasar.
Feel saat dipakai: Lebih lembut di jari. Kalau kamu ngetik 6–8 jam sehari seperti saya, perbedaannya cukup terasa di akhir hari jari tidak secepat pegal dibanding keyboard yang mounting-nya keras.
Kekurangannya: Gasket mount biasanya lebih mahal. Dan untuk sebagian orang, rasa “membal” itu justru mengganggu karena merasa kurang presisi. Gamer FPS yang butuh konsistensi akurasi tombol kadang kurang suka dengan feel ini.
Top Mount: Klasik, Solid, dan Berkarakter

Top mount adalah sistem mounting yang sudah lama ada. Plate dipasang langsung ke bagian atas case menggunakan sekrup. Tidak ada bantalan, tidak ada flex plate terkunci solid ke case.

Karakter suara top mount: Lebih nyaring, lebih “clacky”, dan lebih berkarakter. Suara menyebar lebih bebas. Kalau kamu suka suara keyboard yang tegas dan jelas, top mount bisa sangat memuaskan. Ini juga kenapa banyak video sound test keyboard lawas terdengar begitu khas dan ikonik.
Feel saat dipakai: Lebih solid dan konsisten. Tidak ada flex, tidak ada membal. Setiap tekanan terasa langsung dan jujur. Buat sebagian orang ini lebih nyaman karena predictable kamu tahu persis gimana rasanya setiap kali menekan tombol.
Kekurangannya: Karena lebih keras, top mount lebih cepat bikin lelah kalau dipakai ngetik lama. Suaranya juga bisa terasa lebih keras dan “plasticky” tergantung material case-nya.
Perbandingan Langsung: Gasket vs Top Mount
Aspek | Gasket Mount | Top Mount |
|---|---|---|
Feel saat ngetik | Lembut, ada sedikit flex | Solid, kaku, konsisten |
Karakter suara | Thocky, dalam, teredam | Clacky, nyaring, berkarakter |
Harga | Lebih mahal | Lebih terjangkau |
Cocok untuk | Ngetik panjang, enthusiast | Gaming, yang suka suara tegas |
Kelelahan jari | Lebih rendah | Lebih cepat lelah |
Modding | Lebih fleksibel | Lebih terbatas |
Kelebihan dan Kekurangan: Sudut Pandang Pengguna
Gasket Mount
Kelebihan:
- Feel ngetik lebih nyaman untuk sesi panjang
- Suara lebih “audiophile-friendly” dan disukai komunitas custom keyboard
- Lebih banyak ruang untuk eksperimen dengan foam dan mod lainnya
- Getaran lebih sedikit, terasa lebih premium
Kekurangan:
- Harga barebone lebih mahal
- Flex bisa terasa mengganggu untuk sebagian pengguna
- Tingkat flex antar produk tidak konsisten, ada yang terlalu membal, ada yang pas
Top Mount
Kelebihan:
- Harga lebih terjangkau
- Feel konsisten dan predictable
- Suara khas yang banyak disukai gamer
- Lebih mudah ditemukan di pasaran Indonesia
Kekurangan:
- Lebih cepat bikin jari lelah
- Suara bisa terasa kasar tergantung material case
- Kurang populer di komunitas custom keyboard saat ini
Pengalaman Saya Sendiri
Build pertama saya pakai top mount kit 65% lokal yang harganya sekitar Rp 300an ribu. Solid, suaranya tegas, dan saya cukup puas.
Tapi setelah coba gasket mount di keyboard teman barebone polycarbonate dengan switch Durock T1 rasanya beda banget. Suaranya lebih dalam, feel-nya lebih lembut, dan entah kenapa lebih enak dipakai ngetik lama.
Akhirnya build kedua saya pakai gasket mount. Beda harganya memang terasa, tapi untuk saya yang ngetik hampir seharian, investasinya worth it.
Jadi, Pilih yang Mana?
Ini panduan singkatnya:
Pilih Gasket Mount kalau:
- Kamu lebih sering ngetik panjang dokumen, coding, artikel
- Kamu suka suara yang dalam dan thocky
- Budget lebih fleksibel
- Kamu mau eksplor dunia custom keyboard lebih serius
Pilih Top Mount kalau:
- Kamu lebih banyak gaming
- Suka feel yang solid dan konsisten
- Budget terbatas tapi tetap mau custom build
- Baru pertama kali masuk dunia keyboard mechanical
Rekomendasi Gasket Mount vs Top Mount di Indonesia
Kalau kamu mau coba gasket mount tanpa keluar budget terlalu besar, ini beberapa opsi yang bisa dicari di Tokopedia atau Shopee:
Entry Gasket Mount (Rp 300rb–600rb):
- Akko 3068B Plus, salah satu gasket mount terjangkau yang paling banyak direkomendasikan di komunitas Indonesia
- Epomaker TH80, gasket mount dengan layout 75%, harga kompetitif
Mid Range Gasket Mount (Rp 600rb–1,5jt):
- Keychron V series, build quality bagus, banyak pilihan layout, gampang dicari
- Monsgeek M1, aluminium gasket mount di harga yang masuk akal
Top Mount yang Worth It:
- Kit lokal berbahan polycarbonate, banyak dijual di marketplace, harga Rp 200rb–350rb
- Keychron C series, top mount yang solid dan terpercaya untuk pemula
Kalau kamu masih bingung soal kompatibilitas PCB dengan case-mu, saya sudah tulis juga di artikel cara cek kompatibilitas PCB dengan case dan plate jadi baca dulu sebelum checkout ya!